
Pada ketika ini para khatib akan berkhutbah di atas mimbar , para daie akan bersungguh mengajak mad'unya , para ulama akan memberi peringatan-peringatan berharga. Semuanya menyuruh kepada aktiviti-aktiviti di bulan sya'ban seperti memperbanyakkan puasa , tilawah quran dan qiam di malam hari sebagai persediaan sebelum masuk bulan Ramadhan. Ini adalah satu suasana yang sangat baik bahkan terpuji . Namun , ada perkara yang lebih penting di samping apa yang disebutkan tadi , yang mana kita acap kali melupakannya , iaitu persediaan mental bagi menghadapi bulan Ramadhan ini . Dengan ini membawa maksud kita mengharapkan kedatangan Ramadhan , kita menunggu kehadirannya , kita merindui puasa di siang harinya dan qiam di malam harinya , kita menghitung detik-detik yang memisahkan kita dengan bulan yang mulia ini dan kita khuatiri nyawa kita tidak panjang dan kita tidak berkesempatan menyambut Ramadhan kali ini . Untuk kita memiliki perasaan sedemikian adalah satu perkara yang sangat susah , namun bagi mereka yang pernah merasainya sebelum ini akan menikmati hakikat bulan Ramadhan bahkan mendapat faedah yang besar dari setiap detik di bulan ini .








